apa yang dimaksud sosiologi korupsi
1. apa yang dimaksud sosiologi korupsi
Sosiologi korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Semoga membantu :)
2. 1. Pengertian sosiologi korupsi 2. Pengertian sosiologi kependudukan
Sosiologi korupsi: sebuah penjelajahan dengan data kontemporer
Sosiologi berasal dari bahasa latin “socius” yang berarti kawan, dan “logos” yang berarti pikiran atau ilmu pengetahuan. Jadi sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pergaulan hidup manusia, yaitu hubungan antara seorang dengan seseorang, hubungan perorangan denga golongan, dan golongan dengan golongan.
3. istilah korupsi dlm ilmu sosiologi
Kejahatan ''kerah putih'' yaitu kejahatan yang dilakukan oleh seorang pejabatkorupsi adalah orang yang merugikan negara lebih para dari maling korupsi adalah perbuatan yang kejam
4. 16. Berikut ini adalah pengetahuan sosiologi yangdapat diterapkan dalam mengatasi budayakorupsi, kecuali ...a menghilangkan faktor pendukung korupsib. meningkatkan sosialisasi nilai dan normahukummengkaji dampak buruk korupsid. mengkaji langkah-langkah pemberantasankorupsie. mengamati setiap perilaku warga masyarakat17. Tokoh pertama yang meletakkan sosiologi se-
Jawaban:
jawabannya yang (d)kak
5. Jelaskan cabang sosiologi dibawah ini : 1. Sosiologi perkotaan 2. Sosiologi perdesaan 3. Sosiologi komunikasi 4 .Sosiologi seni 5. Sosiologi kedokteran 6. Sosiologi ilmu pengetahuan 7. Sosiologi organisasi 8. Sosiologi kriminalitas 9. Sosiologi korupsi 10. Sosiologi gender 11. Sosiologi pembangunan 12. Sosiologi kependudukan
Sosiologi seni adalah cabang ilmu sosiologi yang mempelajari dampak seni dalam masyarakat
10. Sosiologi gender adalah cabang ilmj sosiologi yang mempelajari kaitan antara wanita dan laki laki dalam masyarakat
8. Sosiologi kriminalitas mempelajari sebab akibat adanha kriminal dalam nasyarakat
6. Peran sosiologi dalam memecahkan masalah korupsi
Jawaban:
1: Peranan Sosiologi
Ilmu sosial yang secara khusus mempelajari “interaksi sosial” ini adalah sosiologi. Berikut manfaat sosiologi dan peranan sosiologi dalam memberantas / mencegah korupsi.
Sosiologi dalam masyarakat adalah untuk meneliti berbagai macam masalah dalam masyarakat dan membantu mencari jalan keluar yang paling efektif khususnya dalam kasus korupsi. Terdapat tiga tahap yaitu, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian. Dalam kasus korupsi hal ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kasus korupsi. Pada tahap perencanaan , disini perencanaan dalam anggaran harus dibuat serinci mungkin dan sesuai dengan kebutuhan,serta terkendali. Tahap pelaksanaan yang harus dilihat adalah jalannya suatu pembangunan/tindakan sesuai dengan apa yang terjadi serta terus melaporkan proses perubahan yang terjadi secara terbuka, dan selalu terawasi/terpantau. Sedangkan pada tahap penilaian, dalam hal ini yang harus dilakukan adalah analisis terhadap masalah/dampak sosial yang akan terjadi dalam suatu pembanguan/tindakan.
Selanjutnya yaitu penelitian, dengan penelitian dan penyidikan sosiologi akan diperoleh suatu perencanaan/pemecahan masalah yang baik. Dalam kasus korupsi hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya korupsi dan cara untuk mengatasinya.
Sebagai ahli ilmu kemasyarakatan, para sosiolog tentu sangat berperan dalam membangun masyarakat. Dalam hal korupsi diperlukan untuk pengumpulan dan penggunaan data, dalam mencari tahu data tentang kehidupan sosial pelaku korupsi. Data itu kemudian diolah untuk memberi saran-saran baik dalam penyelesaian kasus korupsi, maupun efek sosial dari kasus korupsi yang terjadi.
Peran sosiolog sebagai guru atau pendidik merupakan faktor paling utama dalam memberantas korupsi di Indonesia. Peran ini sangat penting, karena disini mencakup generasi penerus bangsa. Dalam proses pembelajaran guru/sosiolog dapat menjelaskan apa itu korupsi, akibat sosial dari korupsi, serta memberikan pedoman kepada peserta didik tentang bagaimana bersikap dan bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat, terutama yang berkaitan dengan korupsi.
Dalam kehidupan bermasyarakat penting bagi sosiolog, untuk memberikan pegangan kepada masyarakat dalam mengadakan pengendalian sosial, yaitu system pengawasan dari masyarakat terhadap tingkah laku para pejabat. Dengan kekuatan yang dimilikinya berupa semangat dalam menyuarakan dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran serta keberanian dalam menentang segala bentuk ketidak adilan, masyarakat menempati posisi yang penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, serta pengawal bagi terciptanya kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak.
Untuk mengatasi maraknya tindakan korupsi dapat ditempuh dengan cara antara lain, perbaikan moral dari diri sendiri, penegakan hukum yang tidak pandang bulu, pengawasan internal dan eksternal yang baik, kontrol sosial dari masyarakat,mengusahakan perbaikan gaji aparatur negara, peningkatan iman dan taqwa. Dengan demikian semua akan berjalan dengan terbuka dan mencegah timbulnya korupsi.
7. Jelaskan penerapan sosiologi dalam upaya pemberantasan korupsi?
dengan cara sosialisasi dejgan masyarakat
8. konsep dasar Sosiologi yang digunakan dalam korupsi.
Jawaban:
Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan negara untuk mencegah dan menangani tindak pidana korupsi. Biaya itu antara lain meliputi biaya penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pengadilan, hingga pemasyarakatan. Adapun biaya implisit adalah biaya dari dampak yang timbul karena korupsi.
Penjelasan:
Konsep awalnya adalah Biaya Eksplisit
MAAF KALO SALAH
9. setujukah anda apabila demonstrasi yang di lakukan mahasiwa untuk menurut pemberantasan korupsi adalah akibat negatif dari pengetahuan sosiologi
Setuju sekali karena jika sosiologi sudah tidak benar maka mahasiswa harus melakukan pemberantasan korupsi tersebut.
Semoga dapat membantu :)))
10. Gejala sosial yg akhir akhir ini muncul adalah maraknya masalah korupsi di masyarakat.berikut adalah konsep sosiologi yg dpt di terapkan dlm mengatasi budaya korupsi tersebut, kecuali
Jawaban:
mengamati setiap perilaku warga masyarakat
Penjelasan:
semoga bermanfaat:) thanks.
11. Kehidupan sosial, gajala-gejala sosial, dan proses yang timbul dari hubungan kehidupan manusia, hal ini termasuk ,.... A.Fungsi sosiologi B.Hakekat sosiologi C.Pengertian sosiologi D.Objek studi sosiologi E.Prinsip sosiologi Secara sosiologis, keberhasilan komisi pemberantasan korupsi dalam menangani berbagai tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme dilembaga negara, berdampak positif untuk memperkuat ,.... A.Budaya nasional B.Integrasi nasional C.Ekonomi nasional D.Anggaran nasionala E.Kepemimpinan nasional
Halo, Debbybnf
1. C. Pengertian sosiologi
2. E.Kepemimpinan nasional
Keep Smile (^__^)
12. 1. apa penyebab korupsi? 2. apa dampak korupsi? 3. jelaskan fungsi sosiologi dalam menanggapi masalah tersebut?
1.org org yg ingin mengambil keuntungan yg besar
2.negara bisa kerugian yg sangat Besar
3. Pada tahap perencanaan, disini perencanaan dalam anggaran harus dibuat serinci mungkin dan sesuai dengan kebutuhan,serta terkendali. Tahap pelaksanaan yang harus dilihat adalah jalannya suatu pembangunan/tindakan sesuai dengan apa yang terjadi serta terus melaporkan proses perubahan yang terjadi secara terbuka, dan selalu terawasi/terpantau. Sedangkan pada tahap penilaian, dalam hal ini yang harus dilakukan adalah analisis terhadap masalah/dampak sosial yang akan terjadi dalam suatu pembanguan/tindakan.Selanjutnya yaitu penelitian, dengan penelitian dan penyidikan sosiologi akan diperoleh suatu perencanaan/pemecahan masalah yang baik. Dalam kasus korupsi hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya korupsi dan cara untuk mengatasinya
13. Tindak kejahatan seperti korupsi dan mafia hukum masih terus terjadi meskipun pemerintah telah membuat dan menyosialisasikan undang-undang tentang tindak kejahatan. Cabang ilmu Sosiologi yang tepat untuk mengkaji faktor penyebab dan dampak gejala sosial tersebut adalah Sosiologi pembangunan Sosiologi agama Sosiologi hukum Sosiologi perkotaan Sosiologi politik
Jawaban: Sosiologi hukum
Penjelasan:
#semoga membantu
14. Peran sosiologi dalam pemecahan masalah korupsi
Jawaban:
Dalam memberantas tindak pidana korupsi perlu diketahui sebelumnya faktor penyebab dari korupsi itu sendiri, faktor penyebab orang melakukan korupsi disebabkan dua faktor yaitu faktor ekstern dan faktor intern. Faktor ekstern berasal dari ketidakpuasan orang tersebut atas harta yang dimiliknya juga karena kebutuhan ekonomi, dan faktor intern yaitu moral dari orang itu sendiri.
Sehingga yang perlu dibenahi adalah moral dari pejabat negara Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Karena hukum sudah mengatur sedemikian rupa mengenai tindak pidana korupsi, hanya saja dalam penegakannya, pemberantasan tindak pidana korupsi tidak ditegakan secara adil, melainkan penegakan hukum disini masih tembang pilih. Sehingga terkesan hukum itu tumpul untuk kalangan atas.
Dalam menegakan keadilan tidak hanya membutuhkan hukum secara yuridis, melainkan juga melihat sisi sosiologis-nya. Berdasarkan tinjauan Sosiologi Hukum terhadap UU pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia ternyata masih belum maksimal bahkan belum mencapai titik keberhasilan.
Dari sinilah perlu kerja keras pejabat pemberantasan serta diiringi dengan peran penting sosiologi dalam memberantas tindak pidana korupsi tersebut. Sanksi yang lemah dan penerapan hukum yg tidak konsisten masih mewarnai penegakan hukum dalam memberantas korupsi di Indonesia ini.
Jika Indonesia benar-benar ingin memberantas korupsi maka dimulai dari moral yang baik bagi setiap masyarakat Indonesia, terutama moral para pejabat negara yang menjadi panutan bagi masyarakat.
Keseriusan penegak hukum dalam menegakan hukum yang adil bagi seluruh masyarakat, kesadaran hukum masyarakat, dan peran serta masyarakat itu sendiri untuk memberantas korupsi, dan untuk tindakan represif bagi koruptor, perlu adanya sanksi yang “memiskinkan” koruptor serta sanksi dari masyarakat bagi para koruptor. Agar diharapkan pemberantasan korupsi di Indonesia ini dapat berjalan secara efektif.
15. 1. Peran sosiologi dalam memecahkan kejahatan/kriminalitas.2. Peran sosiologi dalam memecahkan masalah korupsi.3. Peran sosiologi dalam memecahkan masalah kemiskinan.4. Peran sosiologi dalam memecahkan masalah terkikisnya budaya asli Indonesia denganbudaya Barat.5. Peran sosiologi dalam menyelesaikan masalah kenakalan remaja.Dari hasil kajian Anda, tuliskan kesimpulannya untuk mendapatkan manfaatnya.Presentasikan di depan kelas secara bergantian setiap kelompokSosiologi Peminatan) SMA/MA Kelas X-1
Peranan Sosiologi dalam berbagai permasalahan diberbgai bidang dalam kehidupan sehari-hari.
1. Peran sosiologi dalam memecahkan kejahatan atau kriminalitas terdiri atas berbagai cara yaitu, secara kriminologi yang mana kejahatan itu merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat luas, sehingga dengan memberikan reaksi sosial terhadap pelaku tindak kejahatan, dapat memberikan seidikitnya efek jera bagi para pelaku. Secara yuridis kejahatan berarti segala suatu tindakan atau tingkah laku manusia yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui dapat dipidana secara legal, dan diatur dalam hukum pidana, dan arti kejahatan dilihat dengan kaca mata hukum, siapa yang melakukan kejahatan yang membahayakan, maka di mata hukum ia bersalah.
2. Peran sosiologi dalam memecahkan masalah korupsi memiliki tiga tahapan yaitu, pertama pada tahap perencanaan, disini perencanaan dalam anggaran harus dibuat serinci mungkin dan sesuai dengan kebutuhan, serta terkendali. Tahap pelaksanaan yang harus dilihat adalah jalannya suatu pembangunan atau tindakan sesuai dengan apa yang terjadi serta terus melaporkan proses perubahan yang terjadi secara terbuka, dan selalu terawasi atau terpantau. Sedangkan pada tahap penilaian, dalam hal ini yang harus dilakukan adalah analisis terhadap masalah atau dampak sosial yang akan terjadi dalam suatu pembanguan atau tindakan. Setelah ketiga tahapan tersebut terlewati maka, dapat dirumuskan suatu penilaian guna untuk memecahkan permasalahan akibat kasus korupsi tersebut.
3. Peran sosiologi dalam memecahkan masalah kemiskinan dengan cara melakukan penelitian terhadap penyebab terjadinya kemiskinan, kemudian mencarikan solusi terbaik dalam mengatasi penyebab dari kemiskinan dikalangan masyarakat tersebut.
4. Peran sosiologi dalam memecahkan masalah terkikisnya budaya asli Indonesia dengan budaya Barat, yaitu dapat dilakukan dengan mengenalkan kebudayaan asli Indonesia ke depan turis mancanegara, dan tidak lupa kita melakukan pertukaran budaya agar kita mendapat pengetahuan tentang budaya baru.
5. Peran sosiologi dalam menyelesaikan masalah kenakalan remaja, mengawasi pergaulan anak-anak, membentengi diri dengan ilmu agama agar tidak salah pergaulan
Jadi, berdasarkan peranan sosiologi dalam memecahkan permasalahan diberbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan mengamati pola tingkah laku, menyesuaikan dengan peraturan, dan hukum perundang-undangan yang berlaku, kemudian merencanakan pola penanganan, melaksanakan hasil perencanaan, dan setelah itu di lakukan penilaian terhadap tahapan-tahapan, barulah di berikan tindakan atau reaksi sosial, jika ditemukan hal yang melanggar peraturan perundangan, maka dapat dilakukan hukuman pidana.
Pelajari lebih lanjut :https://brainly.co.id/tugas/12786843
https://brainly.co.id/tugas/23775089
https://brainly.co.id/tugas/23775623
DETAIL JAWABAN
MAPEL : Sosiologi
KELAS : 10
MATERI : Sosiologi dalam Kehidupan
KODE SOAL : 20
KODE KATEGORISASI : 10.20.1
16. contoh sikap anti korupsi dan upaya pemberantasannya dalam bidang sosiologi adalah?
melaporkan kepada yg berwajib apabila ada pejabat yg melakukan korupsi
maaf kalau slh
17. Jelaskan cabang sosiologi dibawah ini : 1. Sosiologi perkotaan 2. Sosiologi perdesaan 3. Sosiologi komunikasi 4 .Sosiologi seni 5. Sosiologi kedokteran 6. Sosiologi ilmu pengetahuan 7. Sosiologi organisasi 8. Sosiologi kriminalitas 9. Sosiologi korupsi 10. Sosiologi gender 11. Sosiologi pembangunan 12. Sosiologi kependudukan
1. Sosiologi Pendidikan
Sosiologi pendidikan adalah cabang sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah - masalah pendidikan yang fundamental. Masalah - masalah itu muncul sebagai akibat perubahan zaman, seperti perubahan masyarakat dari pertanian menuju adanya berbagai sarana pendidikan, seperti gedung sekolah, buku - buku pelajaran dan fasilitas lainnya.
2. Sosiologi Agama
Dalam sosiologi agama dipelajari beberapa materi yang meliputi perilaku manusia yang berhubungan dengan keyakinan yang dipeluknya, peranan agama sebagai pranata sosial, peranan agama dalam perubahan masyarakat, dan peranan agama sebagai agen pengendalian sosial.
3. Sosiologi Hukum
Sosiologi hukum mempelajari kaitan antara fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan hukum, antara lain perilaku masyarakat dalam hubungannya dengan hukum yang berlaku, peranan hukum dalam masyarakat, dan lembaga - lembaga yang berkaitan dengan hukum yang ada dalam masyarakat.
4. Sosiologi Keluarga
Sosiologi keluarga membahas kegiatan atau interaksi antara fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan keluarga. Hal ini dipelajari dalam sosiologi keluarga antara lain peranan keluarga dalam masyarakat, peranan keluarga dalam perubahan sosial, dan beberapa bentuk keluarga yang ada dalam masyarakat.
5. Sosiologi Industri
Sosiologi industri mengkaji hubungan antara fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat dengan kegiatan industri. Peranan industri dalam perubahan sosial, aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan pokok ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi), serta hubungan industri dengan berbagai struktur yang ada dalam masyarakat.
6. Sosiologi Pembangunan
Cabang sosiologi ini mengkaji masyarakat dan segala pola aktivitasnya di alam pembangunan. Sosiologi menghendaki pembangunan yang dilaksanakan di masyarakat tidak hanya mengejar aspek materiilnya saja, melainkan juga memerhatikan masyarakat yang ada di sekitarnya. Beberapa materi yang dipelajari dalam sosiologi pembangunan antara lain pengaruh pembangunan dalam perubahan sosial, peranan pembangunan dalam kehidupan masyarakat, dan peranan pembangunan terhadap perekonomian masyarakat.
7. Sosiologi Politik
Sosiologi politik mempelajari tentang fenomena politik dengan mengaitkan variabel sosial dan variabel politik dalam wujud saling keterkaitan antara struktur sosial dan lembaga politik atau antara masyarakat dan negara. Dengan demikian sosiologi politik bertujuan mengkaji hubungan antara fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat dengan kegiatan - kegiatan politik.
8. Sosiologi Pedesaan
Cabang sosiologi ini mempelajari masyarakat pedesaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. Materi yang dipelajari dalam sosiologi pedesaan antara lain mata pencaharian hidup, pola hubungan, pola pemikiran, serta sikap dan sifat masyarakat pedesaan dalam kehidupan sehari - hari.
9. Sosiologi Perkotaan
Sosiologi perkotaam mempelajari masyarakat perkotaan dan segala pola interaksi yang dilakukan sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. Materi yang dipelajari antara lain mata pencaharian hidup, pola hubungan dengan orang - orang yang ada di sekitarnya, dan pola pikir dalam menyikapi suatu permasalahan.
10. Sosiologi Kesehatan
Sosiologi kesehatan bertujuan mengkaji cara penerapan berbagai teori sosiologi dalam menganalisis masalah - masalah yang berhubungan dengan kesehatan. Cabang sosiologi ini berusaha untuk mengkaji perilaku sakit, perilaku sehat, peran sehat, dan peran para anggota masyarakat
18. Maraknya kasus korupsi di kalangan pejabat Analisis kasus tersebut melalui pendekatan norma sosial! Sosiologi kelas X
korupsi merupakan kejahatan kerah putih, artinya kejahatan yg dilakukan oleh kaum intelektual atau yg memiliki kekuasaan
19. fenomena maraknya kasusu korupsi dewasa ini sehingga mengundang para sosiolog untuk melakukan suatu kajian sosial, dalam hal ini sosiolog berfungsi sebagai..?
pensurveian dalam lembaga kemasyarakatan untuk mencegah adanya tindakan korupsi
20. sumbangan ilmu sosiologi dalam rangka memberantas korupsi adalah
rakyat¡!!!!!,.............
21. Jelaskas historis , sosiologi, politik tentang HAM Dan pendidikan anti korupsi !!!
Jawaban:
Historis
Jhon Locke menyatakan adanya hak kodrati ( natural right ) yang melekat pada diri manusia yaitu hak atas hidup,hak kebebasan,dan hak milik .Locke menyebutkan bahwa individu oleh alam dikarunia i hak yang melekat atas hidup kebebasan dan kepemilikan yg tidak dapat dicabut oleh negara.jika negara melanggar hak hak alamiah individu maka rakyat berhak Menganti secara paksa penguasa negara.
sosiologis
munculnya kebencian sosial budaya terselubung(socio-cultural animosity) gejala ini muncul dan semakin menjadi jadi pasca runtuhnya rezim orde baru.ketika rezim orde baru berhasil dilengserkan ,pola konflik di Indonesia ternyata bukan hanya terjadi antara penduduk fanatik orde baru dgn pendukung reformasi ,tetapi justru meluas menjadi konflik antar suku,kampung,dll
politik
pada awal era reformasi (pertengahan 1998) muncul berbagai tuntutan yaitu;
- mengamandemen UUD NRI 1945
- penghapusan doktrin Dwi fungsi angkatan bersenjata republik Indonesia (ABRI)
-melakukan desentralisasi dan hubungan yang adil antara pusat dan daerah
- menegakkan supremasi hukum,penghormatan hak asasi manusia(HAM) serta pemberantasan korupsi ,kolusi,dan nepotisme.
semoga bermanfaat..
22. setujukah kamu apabila demontrasi yang dilakukan mahasiswa untuk menuntut pemberantasan korupsi adalah akibat negatif dari pengetahuan sosiologi
Setuju,harusnya melakukan yg lebih baik mungkin dengan cara belajar lebih giat agar bisa meneruskan generasi bangsa tanpa korupsi
23. Pengetahuan sosiologi yang dapat diterapkan dalam mengatasi budaya korupsi kecuali?
A. Menghilangkan faktor pendukung korupsi
B. Meningkatkan sosialisasi nilai dan norma hukum
C. Mengkaji dampak buruk korupsi
D. Mengkaji langkah langkah pemberantasan korupsi
E. Mengamati setiap perilaku warga masyarakat
24. setujukah anda apabila demonstrasi yang dilakukan mahasiswa untuk menuntut pemberantasan korupsi adalah akibat negatif dari pengetahuan sosiologi?
Tidak setuju, tidak ada hubungannya pengetahuan Sosiologi dengan demontrasi anti korupsi.
25. Setujukah kamu apabila demonstrasi yang dilakukan mahasiswa untuk menuntut pemberantasan korupsi adalah akibat negatif dari pengetahuan sosiologi?
tidak karena menurut saya ilmu pengetahuan itu tidak negatif tapi dimana penggunanya dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan dengan baik
26. Berikut ini adalah pengetahuan sosiologi yang dapat diterapkan dlm mengatasi budaya korupsi kecuali:
Berikut ini adalah pengetahuan sosiologi yang dapat diterapkan dalam mengatasi budaya korupsi kecuali membahas langkah - langkah pemberantasan korupsi. Suatu ilmu sosiologi merupakan suatu ilmu yang berfungsi untuk mengatur interaksi antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok kelompok. Selain itu suatu ilmu sosiologi juga berfungsi untuk melindungi masyarakat dari gejala - gejala sosial.
Penjelasan
Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang memiliki objek kajian berupa masyarakat dan memiliki fokus pembahasan berupa kehidupan sosial dan gejala - gejala sosial yang terdapat disekitar lingkungan masyarakat. Suatu ilmu sosiologi merupakan suatu ilmu yang memiliki ciri - ciri diantaranya kumulatif, bersifat non etis, empiris, dan teoritis.
Pelajari lebih lanjut Pengertian sosiologi brainly.co.id/tugas/3387945
27. pemerintah saat ini di tuntut untuk memberantas korupsi sumbangan nyata sosiologi dalam rangka turut serta memberantas korupsi adalah a. menunjukan dampak buruk korupsi bagi tatanan sosial b. mejelaskan faktor- faktor sosiologi yangmenyebabkan korupsi c. mengadakan penelitian terhadap kasus korupsi d. menyarankan langkah yang dapat ditempuh berdasarkan informasi e. meminta agar para koruptor dipenjara seumur hidup
jawabannya adalah C.
#:)
28. fenomena maraknya kasus korupsi dewasa ini sehingga menggundang para sosiologi untuk melakukan suatu kajian sosial ,dalam hal ini sosiologi berfungsi sebagai .......?
Penyelesaian masalah dengan perundingan.
29. Jelaskan bentuk penerapan ilmu sosiologi dalam upaya pemberantasan korupsi
penerapannya melalui emosional spiritual quotien.
30. Contoh fungsi konkret sosiologi dalam upaya mengatasi maraknya kasus korupsi di indonesia
Sosiologi dalam masyarakat adalah untuk meneliti berbagai macam masalah yang terjadi pada masyarakat dan membantu mencari jalan keluar. Dalam kasus mengatasi korupsi ada tiga tahapan yaitu, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian. Pada tahap perencanaan, anggaran harus dibuat serinci mungkin dan sesuai dengan kebutuhan, serta terkendali. Tahap pelaksanaan dengan melihat secara langsung atau mengawasi jalannya suatu pembangunan/tindakan sesuai dengan apa yang terjadi serta terus melaporkan proses perubahan yang terjadi. Sedangkan pada tahap penilaian, menganalisis terhadap masalah/dampak sosial yang akan terjadi dalam suatu pembanguan/tindakan. Ketiga tahapan ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya korupsi dan cara untuk mengatasinya.